Panduan Membuat Formulir Keluhan Pelanggan di WhatsApp agar Penanganan CS Lebih Terstruktur
- 1. Mengapa Formulir Keluhan Perlu Dibuat Ringkas?
- 2. Langkah Menyusun Formulir Keluhan Pelanggan WhatsApp
- 3. 1. Jelaskan tujuan formulir sejak awal
- 4. 2. Sediakan kategori masalah yang mudah dipilih
- 5. 3. Minta identitas transaksi yang relevan
- 6. 4. Kumpulkan kronologi secara terarah
- 7. 5. Tanyakan bukti pendukung hanya jika diperlukan
- 8. 6. Tentukan pilihan tindak lanjut
- 9. 7. Tampilkan ringkasan sebelum dikirim
- 10. Contoh Susunan Alur Penanganan Keluhan
- 11. Tetap Sediakan Akses ke Petugas
- 12. Evaluasi Formulir Secara Berkala
- 13. Menggunakan WhatsApp Flows di Voxio Chat
Keluhan pelanggan yang masuk melalui WhatsApp sering kali disampaikan dalam beberapa pesan terpisah. Pelanggan mungkin memulai dengan kalimat singkat, mengirim foto tanpa penjelasan, atau belum mencantumkan nomor pesanan. Tim customer service kemudian perlu mengajukan pertanyaan berulang sebelum dapat memahami masalah. Proses seperti ini membuat pencatatan menjadi kurang rapi dan menyulitkan penentuan tindak lanjut.
Formulir keluhan pelanggan WhatsApp dapat membantu mengumpulkan informasi utama sejak awal percakapan. Dengan alur pertanyaan yang terstruktur, pelanggan dapat memilih kategori masalah, memasukkan nomor pesanan, menjelaskan kronologi, dan menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan. Informasi tersebut memberi tim CS konteks yang lebih jelas tanpa harus meminta pelanggan mengulang seluruh penjelasan.
WhatsApp Flows dapat digunakan untuk menghadirkan alur atau formulir interaktif di WhatsApp. Namun, formulir bukan pengganti petugas customer service. Fungsinya adalah membantu tahap pengumpulan informasi agar percakapan lanjutan dapat dilakukan dengan konteks yang lebih lengkap.
Mengapa Formulir Keluhan Perlu Dibuat Ringkas?
Pelanggan yang sedang mengalami masalah biasanya menginginkan jalur bantuan yang mudah dipahami. Formulir yang terlalu panjang dapat menambah beban pelanggan, terutama jika mereka harus mengisi informasi yang sebenarnya tidak berkaitan dengan keluhan.
Karena itu, setiap pertanyaan harus memiliki tujuan yang jelas. Sebelum menambahkan kolom, pertimbangkan apakah informasi tersebut benar-benar dibutuhkan untuk mengenali transaksi, memahami masalah, atau menentukan pihak yang perlu menanganinya. Hindari meminta data hanya karena mungkin berguna di kemudian hari.
Formulir yang baik juga menggunakan bahasa sederhana. Istilah internal perusahaan, kode departemen, atau kategori yang hanya dipahami tim sebaiknya tidak ditampilkan kepada pelanggan. Gunakan pilihan yang dekat dengan pengalaman mereka, seperti pesanan belum diterima, produk tidak sesuai, kendala pembayaran, atau masalah layanan.
Langkah Menyusun Formulir Keluhan Pelanggan WhatsApp
1. Jelaskan tujuan formulir sejak awal
Berikan pengantar singkat yang menjelaskan bahwa formulir digunakan untuk mengumpulkan informasi awal mengenai keluhan. Sampaikan pula bahwa pelanggan tetap dapat memperoleh bantuan petugas apabila masalahnya tidak tercakup dalam pilihan yang tersedia.
Pengantar tidak perlu panjang. Contohnya, bisnis dapat menjelaskan bahwa pelanggan akan diminta memilih jenis masalah dan memberikan detail transaksi agar tim dapat memahami konteks keluhan. Hindari pernyataan yang menjanjikan waktu penyelesaian apabila bisnis belum memiliki kebijakan yang pasti untuk semua jenis kasus.
2. Sediakan kategori masalah yang mudah dipilih
Kategori membantu tim melakukan pengelompokan awal. Untuk toko online atau retail, kategori dapat disusun berdasarkan masalah yang paling sering diterima, misalnya:
- Status pengiriman atau pesanan belum diterima.
- Produk rusak, kurang, atau tidak sesuai.
- Kendala pembayaran atau konfirmasi transaksi.
- Permintaan penukaran atau pengembalian.
- Keluhan mengenai layanan.
- Masalah lain yang belum tercantum.
Batasi jumlah pilihan agar pelanggan tidak kesulitan menentukan kategori. Selalu pertimbangkan opsi masalah lain untuk menampung kondisi yang belum dapat diprediksi. Tim CS dapat meninjau keluhan yang masuk secara berkala untuk memperbaiki susunan kategori.
3. Minta identitas transaksi yang relevan
Nomor pesanan, nomor invoice, atau kode reservasi biasanya menjadi informasi penting untuk menelusuri transaksi. Pilih satu identitas yang paling umum digunakan dalam operasional bisnis. Jelaskan contoh formatnya agar pelanggan mengetahui data yang harus dimasukkan.
Jangan meminta pelanggan mengirimkan terlalu banyak data pribadi apabila nomor transaksi sudah cukup untuk pencarian awal. Informasi seperti kata sandi, PIN, kode verifikasi, atau data sensitif lain tidak seharusnya diminta melalui formulir keluhan. Prinsipnya adalah mengumpulkan data secukupnya sesuai kebutuhan penanganan.
4. Kumpulkan kronologi secara terarah
Kolom kronologi memberikan ruang bagi pelanggan untuk menjelaskan masalah dengan kata-kata mereka sendiri. Agar jawabannya lebih mudah dipahami, berikan petunjuk singkat, misalnya meminta pelanggan menjelaskan apa yang terjadi, kapan masalah diketahui, dan bagian mana yang tidak sesuai.
Hindari meminta cerita yang sangat panjang. Pertanyaan yang spesifik biasanya menghasilkan informasi yang lebih berguna daripada instruksi umum seperti jelaskan keluhan Anda. Jika diperlukan, kronologi dapat dibagi menjadi dua pertanyaan: waktu kejadian dan penjelasan singkat masalah.
5. Tanyakan bukti pendukung hanya jika diperlukan
Beberapa kasus memerlukan foto produk, bukti pembayaran, atau gambar kondisi paket. Namun, bukti pendukung tidak selalu relevan untuk semua kategori keluhan. Permintaan bukti sebaiknya disesuaikan dengan masalah yang dipilih pelanggan.
Berikan penjelasan mengenai jenis gambar atau dokumen yang dibutuhkan. Untuk keluhan produk rusak, misalnya, pelanggan dapat diminta menyiapkan foto kondisi produk dan kemasan. Pastikan pelanggan tetap dapat melanjutkan proses atau berbicara dengan petugas apabila mereka belum memiliki bukti tersebut.
6. Tentukan pilihan tindak lanjut
Formulir dapat menanyakan bentuk bantuan yang diharapkan, seperti pemeriksaan status, penjelasan dari petugas, atau panduan proses berikutnya. Pilihan ini membantu CS memahami kebutuhan pelanggan, tetapi bukan berarti bisnis harus langsung menyetujui seluruh permintaan.
Gunakan kalimat yang tidak menimbulkan kesan bahwa hasil tertentu sudah dijamin. Contohnya, tulis tindak lanjut yang diharapkan dan jelaskan bahwa permintaan akan diperiksa sesuai informasi transaksi serta kebijakan yang berlaku.
7. Tampilkan ringkasan sebelum dikirim
Sebelum formulir diselesaikan, tampilkan kembali informasi penting yang telah diisi. Pelanggan dapat memeriksa kategori, nomor pesanan, kronologi, dan pilihan tindak lanjut. Langkah ini mengurangi risiko kesalahan pengetikan atau kategori yang tidak sesuai.
Setelah dikirim, berikan konfirmasi yang jelas bahwa informasi telah diterima. Jelaskan tahapan berikutnya secara wajar, misalnya bahwa data akan digunakan oleh tim customer service untuk mempelajari keluhan dan melanjutkan percakapan bila diperlukan.
Contoh Susunan Alur Penanganan Keluhan
- Pelanggan membuka formulir dari percakapan WhatsApp.
- Pelanggan membaca tujuan pengumpulan informasi.
- Pelanggan memilih kategori masalah.
- Pelanggan memasukkan nomor pesanan atau identitas transaksi.
- Pelanggan menuliskan kronologi singkat.
- Pelanggan menyiapkan bukti pendukung jika relevan.
- Pelanggan memilih tindak lanjut yang diharapkan.
- Pelanggan memeriksa ringkasan dan mengirim formulir.
- Tim CS meninjau informasi dan melanjutkan penanganan sesuai kebutuhan.
Alur tersebut dapat disesuaikan dengan jenis bisnis. Klinik mungkin memerlukan nomor pendaftaran, sedangkan bisnis jasa dapat menggunakan kode pemesanan atau tanggal layanan. Struktur dasarnya tetap sama: identifikasi kasus, pahami masalah, kumpulkan informasi pendukung, lalu tentukan tindak lanjut.
Tetap Sediakan Akses ke Petugas
Tidak semua keluhan dapat diselesaikan melalui pilihan yang telah disiapkan. Pelanggan mungkin memiliki kondisi khusus, kesulitan mengisi formulir, atau membutuhkan penjelasan langsung. Oleh sebab itu, akses ke petugas harus tetap tersedia dan mudah ditemukan.
Sediakan pilihan seperti hubungi petugas atau saya membutuhkan bantuan lain. Pilihan tersebut penting agar otomasi customer service WhatsApp tidak berubah menjadi penghalang. Ketika percakapan diteruskan, petugas sebaiknya dapat menggunakan informasi dari formulir sebagai konteks sehingga pelanggan tidak perlu mengulang semuanya dari awal.
Evaluasi Formulir Secara Berkala
Setelah digunakan, tinjau apakah pelanggan sering memilih kategori masalah lain, berhenti pada pertanyaan tertentu, atau memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk menyederhanakan bahasa, mengubah urutan pertanyaan, atau menambahkan kategori yang lebih relevan.
Libatkan operator CS dalam evaluasi karena mereka memahami informasi apa yang paling dibutuhkan ketika menangani komplain. Formulir yang efektif bukan formulir dengan kolom terbanyak, melainkan formulir yang membantu pelanggan menyampaikan masalah secara jelas dan membantu petugas memperoleh konteks yang cukup.
Menggunakan WhatsApp Flows di Voxio Chat
Voxio Chat mendukung WhatsApp Flows untuk membuat pengalaman pelanggan yang lebih terstruktur di dalam WhatsApp. Bisnis dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari alur penanganan keluhan, mulai dari pemilihan kategori hingga pengumpulan detail masalah.
Penerapannya perlu disesuaikan dengan proses internal, jenis transaksi, dan kebijakan layanan masing-masing bisnis. Mulailah dengan formulir sederhana, gunakan hanya pertanyaan yang relevan, lalu perbaiki berdasarkan kebutuhan nyata pelanggan dan tim CS.
Formulir membantu mengatur informasi awal, sedangkan keputusan dan penanganan lanjutan tetap memerlukan proses customer service yang sesuai.
Pelajari cara kerja WhatsApp Flows di Voxio Chat untuk membantu tim mengumpulkan informasi pelanggan secara lebih terstruktur.
Siap mengembangkan layanan WhatsApp bisnis Anda?
Voxio membantu bisnis memakai WhatsApp Cloud API, automation, AI assistant, campaign, call center, dan customer support dari satu dashboard.